Pernah

image

Pernah kita berjalan beriringan. Berbincang-bincang tentang kau dan aku. Tentang keadaan kita masing-masing sebelum akhirnya kita bertemu. Menceritakan bagaimana masalah-masalah yang kerap menghampiri silih berganti. Tanpa tau bagaimana cara menghadapi.

Pernah kita bergandeng tangan, lalu ada batu-batu licin yang siap mnghadang. Aku masih ingat itu. Tangan yang hangat dan besar menggenggam erat tanganku. Agar tak mudah terjatuh ataupun tergelincir. Masih terasa hingga saat ini. (Ini lebay hehehe)

Dan pernah pula kita duduk berdampingan namun hanya diam membisu. Hanya saling menatap lantai. Sesekali diantara kita meneguk secangkir teh hangat yang mulai dingin namun rasanya tetap manis. Kau tahu? Ada rasa pahit ditengah-tengah keheningan yang menyelimuti kala itu. Aku tahu keheningan itu tercipta karena tentang kita. Tentang aku yang belum benar-benar bisa menjaga perasaan mu dan kamu kecewa atas sikap ku. Sungguh aku khilaf. Aku khilaf karena ada jarak yang membuat mata hati ku buta. Ada orang lain yang lebih berkilau padahal itu bukan berlian.

Namun, seberapa keras aku meyakinkanmu nyatanya usaha itu sia-sia. Kamu tetap melihat lantai. Diam dengan tangan mengepal dan mata memerah. Maafkan aku. Maafkan lah.

Dan malam pun datang. Kau pergi tanpa pamit. Tanpa ucapan selamat tinggal. Tanpa apapun untuk pengingat bahwa kita pernah bersama, pernah punya perasaan yang sama walau kita tidak terikat hubungan seperti pasangan lain.

#pernah

Iklan

3 respons untuk ‘Pernah

  1. Masih kurang mengerti dengan kata “aku yang salah” kenapa harus meminta maaf seberapa besar kah kesalahan si wanita sampai-sampai si pria pergi kurang diperjelas tentang permasalaha.a

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s