kau tahu,Tuan? tak selamanya aku melangkah maju

  Selamat malam,Tuan. Apa kau baik-baik saja (hatinya) ? semoga saja iya. Aku hanya ingin menuangkan goresan yang telah kau buat selama ini kepada hati yang entah kenapa begini jadinya, ini semua karena ulah mu, Tuan. Andai saja kau siap mempertanggungjawabkan, aku dengan sangat senang hati mempersilahkan hal itu. Namun, pada kenyataannya tidak. Kau hanya mampu memporak-porandakan rongga hati ini, tanpa kau mampu dan kau tahu bagaimana caranya mempertanggungjawabkan hasil dari ulah mu. Andai kau tahu caranya dan kau mampu, sungguh aku sangat senang, bahkan bisa sampai menari ala balerina profesional.

  Ulahmu kali ini sungguh indah, entah mengapa, tak ada alasan yang mampu menjelaskan hal ini secara rinci. Bahkan rumus matematika pun belum tentu mampu menjabarkan tentang hal ini. Karena ini urusan hati. Bukan urusan yang memang pada umumnya mampu mendapatkan hasil yang pasti seperti matematika. Urusan hati belum tentu mendapatkan jawaban yang pasti. Semua orang tahu itu.

  Tuan, kau tahu? aku sedang di bolak balikan hatinya oleh pemilik hati yang sah yaitu Tuhan. Kau tahu apa itu? Aku rasa kamu tahu. Dan kau hanya pura-pura tidak tahu. Hmm  baik, sini duduk samping ku sambil meneguk teh yang mendingin karena terlalu lama kita terduduk berdua namun hanya berdiam. Melewati detik, menit yang terlewatkan, sambil pula aku ceritakan apa yang sebenarnya aku rasakan atas ulahmu.

  Jadi begini Tuan teduh yang wajahnya meneduhkan ku setiap kali melirik ke arah wajahmu. Sedikit cerita, aku sering kali menjalankan ritual lirik-melirik ke arahmu tanpa kau tahu tapi sepertinya kau tahu dan kau hanya pura-pura tidak tahu dan kali ini aku malu karena sekarang kau tahu aku suka menjalankan ritual tersebut.

   Pertanyaan pertama yang aku akan lantun kan adalah apakah kau pernah jatuh cinta, Tuan? Aku tak perlu jawabanmu karena aku sudah tahu jawabanmu pasti, Ya aku pernah! Lalu aku melanjutkan pertanyaan kedua, apakah dia tahu kalau kau jatuh cinta kepadanya? Itu hanya kau yang tahu karena tak semua orang jatuh cinta mampu mengutarakannya, bahkan sebagian orang hanya jatuh cinta dalam diam. Pertanyaan ketiga sebelum aku menceritakan kembali, jika memang ia tahu kau jatuh cinta kepada nya apa ia akan menerima jatuhnya cintamu kepadanya? Lagi-lagi ini hanya kau yang tahu jawabannya, karena tak semua orang mampu mengungkapkan perasaannya, memerdekakan hatinya untuk kemudian mengibarkan bendera karena kau berhasil menyatakannya. Ah mungkin aku berlebihan mengada-ada pikiranmu. Tapi Tuan, coba dalami pertanyaan itu. Karena itu yang aku alami saat ini. Aku jatuh cinta bahkan jatuh hati kepadamu, Tuan teduh ku! Perlu ku perjelas ? AKU JATUH CINTA, bahkan JATUH HATI padamu Tuan ku. Jelas? Sekarang kau sudah tahu apa sebab dari ulah mu ? Ya ini lah sebabnya, akibat kau mengungkapkan isi hatimu yang masih diragukan kebenarannya, sebabnya adalah aku yang berlebihan menanggapi uangkapan hatimu. Sayang nya jatuh hati ini tidak bertahan dalam sehari, dua hari saat aku mengungkapkannya. Berlanjut ke hari-hari berikutnya dan minggu ke minggu dan bahkan hampir bulan!

  Aku tahu Tuan, seberapa keras aku berusaha mengindahkan hati ini, kau tetap saja begitu. Tetap saja tak mau mengembangkan hatimu untuk ku. Kenapa Tuan? Bisa kau jelaskan malam ini juga kepada ku tentang pertanyaan kenapa, Tuan? Aku sampai lupa, bahkan kau sudah menceritakan apa-apa yang membuat mu seperti ini. Kau hanya tidak mau menyakiti ku dengan singkatnya sebuah perasaan yang hanya sesaat (menurut mu). Kau hanya berteori bahwa perasaan yang baru tumbuh seumur jagung, lalu kau ambil jagung muda itu, kau hanya berpikir jagung muda itu tidak bisa jadi apa-apa bila tidak di pupuk, disiram dan dirawat dengan baik. Begitukah pemikiranmu? Sini aku beritahu, bahwa jagung yang umurnya masih muda bisa kau jadikan apa pun yang sifatnya matang, tak perlu kau menunggu jagung itu matang di atas tanah yang disiram dan diberi pupuk yang terbaik untuk menghasilkan yang terbaik. Bahwasanya jagung yang baru tumbuh dan buahnya masih muda pun bisa dijadikan olahan makanan. Hanya perlu beberapa tambahan agar rasanya lebih nikmat dibanding jagung yang matang di atas tanah. Aku tak menyalahkan teori yang kau tanamkan dalam pikiran logis nya seorang lelaki yang mulai mendewasakan dirinya, tidak Tuan. Hanya saja aku ingin teori tersebut di sanding kan dengan teori ku agar kau tahu bahwasanya kedua teori tersebut tak ada salahnya. Ah, aku sudah melampaui batas menjelaskan perihal jatuh cinta yang mulai melenceng menjadi urusan jagung bukan hati.

  Aku tahu bahwa setiap perasaan tak selalu memiliki Tuan. Tak selalu ada rumah untuk singgah dan berteduh kala hujan, badai yang kerap menerpa. Tapi bolehkan aku egois perihal ini,Tuan? Jika aku bertanya kepada Tuhan pun, Dia pasti mengiyakan. Aku yakin Tuhan berkata “iya” jika kita sebagai makhluk ciptaan-Nya selalu menadahkan tangan di kala ibadah di sepertiga malam. Tuan, coba tengok sedikit pintu hatimu. Apakah sudah terketuk atau belum? Jika hanya sedikit biarkan aku mengintip dan membuat pintu itu terbuka lebar. Kau tahu, Tuan? Hanya satu yang aku pikirkan sekarang, jika memang rasa ini memudar karena tergerus waktu, izinkan aku mendoakan semoga kau lekas sadar saat itu. Karena aku selalu mendoakan agar kau menengok sedikit ke belakang agar tahu ada yang sedang berjuang, berjuang bersama doa-doa yang tak pernah putus sepanjang aku menjalankan ibadah. Menyelipkan namamu dalam tiap-tiap doa. Semoga kau lekas sadar. Semoga sadar mu belum terlambat, karena tak selama nya aku mengharap kepada hati yang memang tidak diperuntukkan untuk ku. Saat aku berlari berpuluh-puluh kilometer, di awal yang penuh dengan semangat dan bibir di basahi oleh doa. Sampai di pertengahan bisa saja aku jatuh terseok karena tak kuat menahan kaki yang mulai melemas, sampai batas waktu yang ditentukan berakhir mungkin saja aku masih di pertengahan tak kuat memperjuangkan dan tak kuat untuk melangkah maju.

#melangkahmaju #goresan

Iklan

10 respons untuk ‘kau tahu,Tuan? tak selamanya aku melangkah maju

  1. Halo vivi!
    Tulisannya nyastra bangett. Tapi sayang, jatuh gitu aja karena (hehehe dan hihihi) dipertengahan kalimat. Coba cek deh. Cara bacanya bingung harus gimana jadinya. Terus emm,, penggunaan kata “saya” ada 2x, padahal diawal banyak kata “aku” yang keluar. 😀 moga tetep konsisten nulis! 😉

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s